UJIAN UNTUK INDONESIA

Beberapa kurun waktu belakangan ini Negara tercinta kita Indonesia sedang diuji oleh Allah dengan diturunkannya bencana dan musibah yang silih berganti. Layaknya seleksi alam “siapa yang bisa bertahan dia akan selamat, namun sebaliknya bagi yang tidak dapat bertahan dia akan kembali kepada Nya.” Bencana yang satu belum tertangani dengan baik sudah datang bencana lain. semua ini juga merupakan teguran dari Allah atas perbuatan kita selama ini.

Beberapa minggu yang lalu daerah Wasior harus mengalami bencana banjir bandang yang menelan ratusan orang dan membuat kerugian yang cukup besar karena merusak rumah-rumah warga. Masih berduka dengan bencana disana kemudian disusul dengan tsunami di kepulauan Sumatra tepatnya di Mentawai. Tsunami Mentawai ternyata juga menelan korban yang cukup banyak dan beberapa masih dinyatakan hilang. Padahal masih ingat dibenak kita kejadian tsunami di NAD yang meluluh lantakan apa pun yang dilewati oleh gelombang air laut yang juga menelan korban hingga ratusan ribu orang. Dan sekarang kejadian itu kembali terulang di tempat yang lain yang memeliki jarak cukup dekat.

Belum selesai sampai disitu, kemudian bencana rutin tiap tahun yang datang ialah banjir ibukota Jakarta. Curah hujan yang sangat deras belakangan yang mengguyur ibukota dan sekitarnya membuat sebagian jalan-jalan protokol ibukota dan sekitanya tergenang oleh air hujan. Ditambah sungai-sungai yang meluap dan tidak dapat mengalir dengan baik karena jalur airnya tersumbat oleh sampah menambah memperburuk keadaan. Sekitar senin(25/10) sore hingga petang para warga yang menggunakan jalan-jalan rawan genangan air harus merelakan diri untuk sampai dirumah hingga larut malam karena jalan-jalan yang tergenang tidak dapat digunakan. Jika memaksakan maka kendaraan yang digunakan akan mogok. Bencana yang berikutnya datang adalah meletusnya gunung merapi yang ada di perbatasan antara Jawa Tengah dan D.I Yoqyakarta. Kejadian ini terjadi pada selasa (26/10) malam yang diawali dengan turunnya hujan abu. Gunung merapi meletus menyemburkan awan panas yang biasa disebut warga sekitar dengan wedus gembel. Awan tersebut menelan korban jiwa sekitar 25 orang yang salah satu diantaranya disebit-sebut merupakn juru kunci gunung merapi yaitu Mbah Maridjan. Berita itu sontak membuat warga disekitar bahkan seluruh Indonesia terkejut.

Begitulah rentetan kejadian-kejadian dan musibah yang sedang melanda negri ini. Semua itu tidak lepas dari peringatan yang diberikan Allah kepada bangsa ini agar bangsa ini dapat menjaga alam dan lingkungan dengan baik. Dan terpenting dari hikmah yang diambil dari semua kejadian itu bahwa kita bangsa Indonesia harus menambah kekuatan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah Sang Maha Pencipta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: