BUDAYA SUAP

Suap-menyuap sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Apalagi dikalangan pejabat tinggi negri ini. Saling menyuap sudah myanjadi hal yang lumrah. Mungkin dalam berpolitik suap-menyuap adalah hal yang lumrah dilakukan untuk seseorang dapat mendapatkan posisi yang diinginkan. Karena dalam berpolitik dapat menghalalkan segala cara agar keinginan dapat tewujud. Aneh tapi nyata, berpolitik zaman sekarang lebih banyak haramnya daripada halalnya tapi masih saja banyak yang mau ikut campur dalam politik. Mungkin saja yang yang awalnya berniat untuk meluruskan yang salah malah ikut kejalan yang salah karena bergaul dengan orang yang salah dan dipaksa oleh keadaan. Contohnya saja dapat kita liat. Akhir-akhir ini masyarakat dikagetkan dengan keberadaan Gayus Tambunan seorang tahanan polisi karena kasus korupsi sedang berjalan-jalan di Bali bersama keluarganya. Ketika ditanya Gayus berkata bahwa banyak tahanan lain yang dapat keluar masuk sel tahanan dengan memberikan sejumlah uang kepada para petugas. Benar tidaknya pernyataan Gayus tersebut hanya Tuhan, dia, dan para petugas yang bersangkutan yang tahu. Namun semua itu bisa dijadikan bukti nyata bahwa suap-menyuap di kalangan aparatur Negara sudah merajalela sehingga kewibawaan dan kehormatan bangsa ini mulai diragukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: