SESUATU YANG TIDAK AKAN BERHENTI SAMPAI AKHIR ZAMAN (mata kuliah ilmu alamiah dasar)

Manusia adalah sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk yang sempurna karena memiliki akal pikiran. Akal pikiran itu diberikan kepada manusia agar manusia dapat membedakan hal baik dan hal buruk. Akal pikiran juga dapat digunakan untuk membantu mencari tahu hal-hal yang ingin manusia ketahui. Dahulu Tuhan menciptakan manusia dari segenggam tanah dan ruh yang ditiupkan. Manusia itu diberi nama Adam dan sebagai  pasangannya yang bernama Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Dan selanjutnya mereka memiliki anak yang kemudian terus berkembang hingga masa kini. Perkembangan manusia zaman dahulu dengan zaman sekarang sangat berbeda. Semua itu disebabkan dengan adanya kemajuan teknologi yang terus-menerus dikembangkan oleh manusia agar kehidupan yang dijalani lebih baik.

Dengan kemajuan teknologi yang ada maka pikiran manusia juga makin berkembang. Oleh sebab itu manusia mulai mencari tahu darimana mereka berasal dan bagaimana kehidupan di zaman terdahulu dengan keadaan yang serba tidak ada alat apapun. Segala pertanyaan timbul di pikiran manusia yang makin mendorong manusia untuk mencari tahu dan meneliti. Pada awalnya para ahali hanya mencari tahu asal manusia dan kehidupannya. Namun sekarang para ahli juga meneliti sikap dan perilaku manusia. Hingga muncul banyak teori dari para tokoh besar yang membahas tentang perkembangan sikap dan perilaku manusia. Diantara banyak teori ada 3 teori yang sering dipelajari dan dijadikan ajuan untuk belajar.

3 teori tersebut yaitu :

  • Teori Navitisme = teori ini dikemukakan oleh Shopenhauer. Pada teori ini dijelaskan bahwa anak yang lahir akan membawa karakteristik dari orang tuanya. Atau yang dikenal dengan faktor bawaan. Dan karakter tersebut akan membentuk kepribadian dari anak tersebut.
  • Teori Empirisme = teori ini dikemukakan oleh John Locke. Teori ini mematahkan teori navitisme karena pada teori ini John Locke menyatakan bahwa yang paling berperan membentuk kepribadian manusia adalah lingkungan sekitar. John Locke dalam hal ini juga menyatakan bahwa manusia yang baru dilahirkan bagaikan kertas putih yang nantinya akan diisi dengan hal-hal yang mnausia itu dapatkan selama hidupnya. Teori ini dikenal dengan teori Tabularasa.
  • Teori Konvergensi = teori yang dikemukakan oleh William Stern ini menyatakan bahwa kepribadian manusia dibentuk dari adanya faktor bawaan (gen) atau lingkungan sekitar. Menurut Stern kedua faktor ini sangat berperan penting dalam membantu kehidupan manusia.

Pada zaman modern ini manusia makin penasaran dengan hal-hal yang di anggap aneh atau rancu di masyarakat. Oleh sebab itu makin banyaknya peneliti  yang mencari hal-hal yang berhubungan dengan manusia dan kehidupannya. Pencarian itu makin menambah wawasan manusia dan manusia pun makin tahu tentang hal-hal yang berhubungan dengan kehidupannya. Dan akhirnya manusia dapat mengetahui asal manusia itu sendiri. Tidak hanya itu manusia juga dapat  karakteristik manusia itu sendiri. Semua itu dilakukan oleh ahli  dengan tujuan agar manusia lebih mengenal dengan baik hal-hal yang terjadi pada dirinya atau orang lain.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: